“Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.”
(Mazmur 130:7)
Setiap orang pasti mengalami saat dimana mereka penuh dengan pergumulan, dan belum mendapatkan solusi dari pergumulan mereka tersebut. Ibaratnya sebuah roda, saat tersebut perputarannya membawa ke posisi paling bawah. Saat dimana penuh dengan kebimbangan dan kekuatan maupun pertolongan manusia tidak mampu diharapkan lagi. Bila dari kita mengalami hal semacam itu, bagaimana kita merespons situasi tersebut?
Firman Tuhan dalam Mazmur menasihatkan pada kita untuk hanya berharap kepada Tuhan, dan bukan yang lain, sebab pada Tuhan ada kasih setia. Kesetiaan-Nya membuat kita merasa tidak terhakimi ketika gagal menunjukkan kesetiaan kita kepada-Nya. “jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya” (2 Timotius 2:13). Namun demikian, janganlah hendaknya kita membuang kesetiaan selama mengikut Yesus, sebab kesetiaan juga diperlukan layaknya seorang mempelai kepada pasangannya.
Kita punya Tuhan yang sering kali mengadakan pembebasan. Tuhan yang membelah laut Teberau, melepaskan Daniel dari gua singa ada dipihak kita. Yesus sanggup membebaskan kita dari setiap problema kehidupan, seberapapun beratnya. Jangan pernah ada rasa takut menjalani kehidupan ini. Berharaplah hanya kepada Tuhan Yesus! Hanya Yesus Sumber pengharapan kita yang sejati.
